blog
blog


Pagi cerah, di tengah kebisingan yang terburu-buru..

teringat kedamaian dalam keheningan..

sejauh mungkin menggali hubungan dengan semua hidup..

yang mana yang sok bijak..

yang bicara kebenaran..

tenang..

dan jelas sampai merasa membosankan dan menjadikan bodoh sendiri..

mereka memiliki kisah..

saat terdengar nyaring..

saat terlihat agresif..

mereka berkreasi bagi jiwa..

dari sia-sia..

dari pahit..

ada yang lebih besar, ada yang lebih rendah dari jiwa..

nikmat ini dalam nyata perubahan waktu di dunia yang penuh tipu daya..

buta ini bukan kesombongan yang ada..

dari yang berjuang untuk cita-cita tinggi sampai yang sinis tentang perbedaan..

dan semua kegersangan tumbuh di padang sebagai rumput jadi alang-alang..

marabahaya dengan imaji yang lahir dari kelelahan dan kesepian tidak diragukan alam semesta berlangsung sebagaimana mestinya..

dalam kebingungan..

bising kehidupan..

menjaga perdamaian dengan jiwa..

mimpi yang semu..

membosankan..

dan patah di sebuah dunia yang indah ini terdengar seruan: selamat datang di negri dongeng .

Hingga aku tak pernah ragu saat mata dan otak ini berlagak Gibran yang terkadang mengangankan cinta sebagai awal penderitaan yang menyerukan..

manusiawikah itu adalah tanda tanya yang membutuhkan jawaban ya atau tidak..

maaf ya,
bukannya aku melempar debu diatas tinta sang masochist ketika menerjemahkan nikmat teriring derita..



nikmat derita

atas nama..

cinta..



setelah aku terjagapun..

dan ketika aku memimpikannya bersama cinta yang digambarkan hati itu tak ingin mati apalagi terkubur..

sesaat setelah tiadanya - sampai ketika beranjak bangun berubah menjadi senyum, dan semangat hari yang memadu-madukan percikan-percikan rindu..


hei..

bukankah Tuhan yang terlupakan selalu mengingatkan tentang bijak yang cerah..


dan itu benar !!


Dialah yang menciptakan Gibran !!


aku memahami isi pemikiranku..


membayangkan torehan Gibran..


tentang yang terjadi..


tentang yang ada..


tanya bersama embun wahai daun yang tak ingin embunnya meninggalkan..


pegangan pena merasa tentang perasaan yang indah tentang derita perasaan..


berharap ini benar bahwa aku hanya bernostalgia..


bernostalgia dari kata-kata..

-bekasi, 23 Januari 2011,05.13-

mengukir malamku dalam bingkai asmara
seakan tergores oleh arah yang tak tentu rasa
bernyanyi di setiap sudut hatiku
melanda di setiap penanggalan waktuku

kuarungi hening
kulalui
dan kucampakan begitu saja di pelabuhan hasrat
tega dalam jeratan

keterbiasaan kepercayaan ada di dalam diri
hingga rembulan kusimpan janji
tidak akan lenyap kubuat berarti
di jangkauan-jangkauan aral yang telah menanti

kuarungi hening
kulalui
dan kucampakan begitu saja di pelabuhan hasrat
tega dalam jeratan

cintaku pandai bermain
dia berlari menari berputar kembali dalam pelukan sang awan
dan merebah di setiap bintang yang menjadikanya butiran-butiran
hingga saat kau menatapnya
sebatas dari dugamu
sebanyak itulah keteguhanku

terangkul erat dalam pengharapan
kuarungi hening
kulalui
dan kucampakan begitu saja di pelabuhan hasrat
tega dalam jeratan